Perkuat Jejaring Akademik Internasional, Dua Dosen Tadris Bahasa Inggris UIN Ponorogo Berpartisipasi di ICONELT 2026

SURABAYA — Dua dosen Tadris Bahas Inggris UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Fenty Andriani, M.Pd. dan Rifa Suci Wulandari, M.Pd., mempresentasikan hasil kajian ilmiah dalam the 5th International Conference on English Language Teaching (ICONELT) 2026 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Kamis (17/9/2026). Keduanya mengangkat isu pengembangan materi pembelajaran bahasa Inggris yang adaptif berdasarkan kebutuhan mahasiswa dan karakteristik generasi pembelajar.

 

Konferensi yang mengusung tema “Empowering Educators: Resilience and Innovation in a Transformative ELT Landscape” tersebut menjadi forum akademik untuk mendiskusikan tantangan dan inovasi dalam pengajaran bahasa Inggris (English Language Teaching/ELT) di tengah transformasi pendidikan.

Fenty Andriani mempresentasikan artikel berjudul “A Need Analysis of Non-English Department Students for Adaptive ELT Materials in Islamic Higher Education”. Artikel ini berfokus pada analisis kebutuhan mahasiswa di luar program studi bahasa Inggris sebagai landasan pengembangan materi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan akademik mereka di lingkungan perguruan tinggi Islam.

 

Kajian tersebut menempatkan analisis kebutuhan sebagai bagian penting dalam perancangan materi ELT. Dengan memahami kebutuhan mahasiswa, pengembangan materi diharapkan dapat lebih relevan dengan konteks pembelajaran dan tujuan penggunaan bahasa Inggris dalam lingkungan akademik.

 

Sementara itu, Rifa Suci Wulandari mempresentasikan artikel berjudul “Developing Adaptive English Materials for Gen Z and Alpha Learners through Figurative Language in TXT’s Songs”. Artikel ini mengeksplorasi pemanfaatan bahasa figuratif dalam lagu-lagu grup musik TXT sebagai sumber pengembangan materi pembelajaran bahasa Inggris bagi Generasi Z dan Generasi Alpha.

 

Penggunaan lagu populer menawarkan alternatif sumber belajar yang dekat dengan dunia generasi muda. Melalui lirik lagu, pembelajaran bahasa Inggris dapat diarahkan pada eksplorasi makna figuratif, interpretasi pesan, dan pemahaman penggunaan bahasa dalam konteks budaya populer.

 

Partisipasi keduanya dalam ICONELT 2026 menjadi bagian dari kontribusi dosen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam pengembangan kajian pendidikan bahasa Inggris. Forum ini juga membuka ruang untuk pertukaran gagasan dan penguatan jejaring akademik melalui diseminasi hasil penelitian.

 

Keikutsertaan dalam konferensi tersebut diharapkan dapat memperkaya pengembangan materi dan praktik pembelajaran bahasa Inggris, sekaligus memperkuat budaya penelitian di lingkungan perguruan tinggi. Gagasan yang dipresentasikan juga relevan dengan upaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan pembelajar.

Related Post