Program Studi Tadris Bahasa Inggris

UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Profil Program Studi

Program Studi Tadris Bahasa Inggris merupakan salah satu program unggulan di bawah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo yang berfokus pada pengembangan pendidik dan praktisi Bahasa Inggris yang profesional, inovatif, dan berdaya saing global.

Dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebudayaan Indonesia, program studi ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi bahasa Inggris yang kuat, tetapi juga membentuk karakter pendidik yang beretika, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

Program Studi Tadris Bahasa Inggris didirikan pada tahun 2007 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor DJ.I/178/2007. Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 36 Tahun 2016, lulusan program studi ini memperoleh gelar akademik Sarjana Pendidikan (S.Pd.).

Akreditasi

Komitmen terhadap kualitas dan keunggulan akademik ditunjukkan melalui capaian akreditasi yang terus meningkat.

Program studi ini sebelumnya memperoleh akreditasi B dari BAN-PT berdasarkan SK Nomor 1011/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2015 (berlaku hingga 19 September 2020).

Selanjutnya, berdasarkan keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Program Studi Tadris Bahasa Inggris pada jenjang sarjana ditetapkan memperoleh peringkat akreditasi:

“UNGGUL”

yang berlaku sejak 3 Juli 2025 hingga 2 Juli 2030.

Capaian ini menegaskan posisi program studi sebagai salah satu program yang memiliki tata kelola yang kuat, kualitas pembelajaran yang tinggi, serta relevansi global.

Kepemimpinan Program Studi

Sejak berdiri, Program Studi Tadris Bahasa Inggris terus berkembang di bawah kepemimpinan yang visioner:

  1. Drs. Harjali, M.Pd. (2007–2016)
  2. Pryla Rochmahwati, M.Pd. (2017–2020)
  3. Dr. Dhinuk Puspita Kirana, M.Pd. (2020–2023)
  4. Dr. Esti Yuli, M.Pd. (2023–2025)
  5. Dr. Dhinuk Puspita Kirana, M.Pd. (2025–2029)